van gaal8

Dulu Berjaya, Kini Manchester United Sering Dipecundangi Lawan-Lawannya

MAUBET.CO – Manchester United memang masih punya kesempatan menuntaskan dendam, tapi kekalahan itu jelas sangat menyakitkan.

Datang ke  MCH Arena membidik kemenangan, Setan Merah malah menjadi pecundang. Kalah 1-2, skuat asuhan Louis van Gaal di tubir jurang: Terancam terlempar dari Liga Europa.

Duel leg pertama 32 besar Jumat (19/2) dini hari WIB itu sebenarnya lebih berpihak kepada MU. Juan Mata Cs, 60 persen menguasai si kulit bundar. Lagi pula, gol Memphis Depay pada menit ke-37 membuat tim tamu berada di atas angin.

Tapi MU toh harus pulang dengan kepala tertunduk, menyusul dua gol balasan tuan rumah yang diceploskan Pione Sisto pada menit 44 dan Paul Onuachu menit 77.

FC Midtjylland, jelas masih kalah berkilat dibandingkan The Red Devils, ditilik dari segi manapun. Tak hanya susah untuk menyebutnya, FC Midtjylland bukan pula tim yang bergelimang prestasi.

Diproklamirkan pada 1999, inilah kali pertama The Wolves melenggang ke babak 32 besar. Musim lalu, mereka terbaik di Liga Denmark. MCH Arena, kandang mereka, tak semegah Old Trafford. Stadion itu hanya berkapasitas 11.800 tempat duduk.

Di telinga kita, selain Jess Thorup, sang pelatih, nama-nama pemain seperti Sisto, Onuachu, Tim Sparv, Kian Hansen, Rilwan Hassan, serta Martin Pusic, sangat dan begitu asing.

Mulut dan otak kita terbiasa melafalkan Louis van Gaal, Depay, Mata,  Chris Smalling, Daley Blind, dan Chris Smalling, juga Anthony Martial. Jamak, karena MU klub beken yang memainkan lakonnya di kompetisi terheboh: Premier League.

Di Inggris, di ajang liga, MU paling banyak mengoleksi gelar juara, 20 kali. Eropa tiga kali mereka taklukkan, terbaik di Liga Champions edisi 1967/1968, 1998/1999, 2007/2008.

Di sepak bola, nama dan romantisme masa lalu tak selalu menjadi jaminan. Bagi tim-tim gurem seperti FC Midtjylland, bertemu tim lawas semisal MU justru kian memantik semangat, terlebih jika duel dihelat di kandang sendiri, di depan pendukung yang setia memberikan suport.

Jauh sebelum MU beranjangsana ke  MCH Arena,  Rasmus Ankersen,  Chairman FC Midtjylland, yakin pasukan  Thorup maju gentar dan bisa menumbangkan MU. Sukses mengalahkan Southampton pada laga sebelumnya membuat para pemain percaya diri menyambut kedatangan MU. Dan itu ternyata benar. Midtjylland menang.

Kekalahan di MCH Arena membuat MU tambah tersakiti. Liga Europa merupakan momen terbaik guna membasuh keperihan hati fans menyusul tersingkirnya MU dari Liga Champions 2015/2016.

Tak bermaksud menafikan, peluang untuk memenangkan Premier League, boleh dibilang, sangatlah tipis. Masih tersangkut di posisi kelima klasemen sementara, poin Setan Merah tertinggal jauh dari Leicester City, sang pemuncak, 41:53.

Namun dunia belum kiamat, tentu saja. Di Old Trafford, Jumat pekan depan, giliran MU yang bertindak sebagai tuan rumah. Biar peluang terjaga, leg kedua nanti harus bisa dimenangkan dengan skor mencolok. Bisa, MU?